Ujungjaya dan Ramalan Kota Metropolis



Masyarakat Adat Ujungjaya meramal bahwa wilayah kecamatan Ujungjaya akan menjadi kota metropolis khusus.

Bahkan ramalan itu, kini sudah tergambar dengan adanya pembangunan sejumlah megaprojek, seperti tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang- Dawuan), Bandara Internasional Kertajati di Majelangka yang dekat dengan Ujungjaya, Waduk Jatigede, dan pembangunan jalan rel kereta api Bandung-Cirebon.

“Ramalan ini hasil daya cipta para leluhur kami sejak ratusan tahun lalu yang menyebutkan ‘Uga Ujungjaya Bakal Jadi Nagara’ . Ramalan ini mengandung arti bahwa Ujungjaya akan menjadi kota metropolis khusus. Hasil daya cipta berupa ramalan ini, harus senantiasa dijaga dan dilestarikan karena bagian dari warisan budaya para leluhur secara turun temurun,” kata Ketua Majelis Ujung Luhur Masyarakat Adat Ujungjaya, Dasiman Juhaeni di sela “Kunjungan Pengurus Masyarakat Adat Ujungjaya” di Gedung Negara Pemkab Sumedang Jalan Prabu Geusan Ulun Sumedang, beberapa waktu lalu.

Kunjungan Pengurus Masyarakat Adat Ujungjaya tersebut, diterima secara resmi oleh Bupati Sumedang H. Ade Irawan bersama jajaran kepala dinas dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lainnya.

Menurut Dasiman, ramalan itu menyimpan makna dan isyarat yang luas bahwa di wilayah Ujungjaya akan terjadi pembangunan strategis yang luar biasa.

Bahkan pembangunan strategis itu sudah tergambar jelas dengan pembangunan sejumlah projek besar yang kini sedang berlangsung, seperti tol Cisumdawu, Bandara Internasional Kertajati di Majelangka, Waduk Jatigede dan jalan rel kereta api jalur Bandung-Cirebon. Beberapa projek besar itu, berdekatan bahkan sebagian melintasi wilayah Ujungjaya.

“Kami siap membantu setiap proses pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Sumedang, terkait dengan tata ruang wilayahnya. Kami pun siap membantu bekerjasama dan dilibatkan dalam perencanaan pembangunan. Dukungan ini dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan leluhur,” ujarnya.

Menyinggung hal itu, Bupati Sumedang H. Ade Irawan mengatakan, Pemkab Sumedang menyambut baik maksud, cita-cita dan dukungan Masyarakat Adat Ujungjaya tersebut.

Seiring dengan ramalan Ujungjaya akan menjadi kota metropolis khusus, Masyarakat Adat Ujungjaya harus siap dengan segala risiko dan tantangan yang akan dihadapi nanti.

“Tantangan ini harus dijalani dengan mengedepankan dan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur,” katanya.

Pada acara itu, rurukan (Ketua Adat) Masyarakat Adat Ujungjaya Teguh Sugihyama memberikan cinderamata kepada bupati berupa Bedog Nagajaya dan Iket. Bedog Nagajaya merupakan Pusaka Budaya Adat Ujungjaya.

“Bedog menurut orang Sunda, bahasa kirata dari dibebed ngarah ngajedog. Mengandung arti bahwa Bupati Sumedang dibebed (diikat) selaku pembina Masyarakat Adat Ujungjaya dan iket mengandung makna pamageuh (pengikat) jangan sampai keluar dari tetekon (ketentuan),” tutur Teguh. (prlm)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ujungjaya dan Ramalan Kota Metropolis"

Posting Komentar